“Jika dilakukan pengasingan atau kita kucilkan bagi keluarga kita yang terjangkit kusta, maka bagaimana perasaan mereka. Malah dengan tindakan itu dapat memperburuk kondisinya dan bukan menjadi solusi,”ujar Masrul lagi. Lebih lanjut, diulas Wabup, kepada RT, RW dan Perangkat Desa untuk dapat membantu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mensosialisasikan hal ini. Karena dengan pemahaman yang diberikan, tentunya menimbulkan kesadaran bagi masyarakat.
“Kepada Dinas Kesehatan, sampai perangkat sarana kesehatan tingkat Desa, diharapkan dapat bekerja sama dalam mensosilisasikan mengenai penyakit Kusta ini, karena masyarakat yang ada di Meranti pada umumnya tidak mengetahui secara mendetail terhadap penyakit yang dianggap penyakit kutukan tersebut. Bagaimanapun mulai dari Dinas, Puskesmas, Bidan Desa, RT,RW, Kepala Desa dan elemen masyarakat lainnya memahami hal itu sehingga dapat saling bersinergi mensosialisasikannya,”terangnya.
Di Dinas Kesehatan beserta seluruh jajarannya juga diminta dapat menginventarisir seluruh penyakit dan persoalan kesehatan yang ada diseluruh Desa dan daerah yang ada di Meranti. Supaya nantinya bisa langsung diambil langkah jika terdapat persoalan-persoalan di masyarakat.
“Jangan sampai di Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, yang telah memakan korban akibat penyakit diare yang menyerang anak-anak disana secara massal. Tentunya kita tidak ingin lagi terjadi seperti hal itu lagi,”harap mantan Camat Tebing Tinggi itu.
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, dr Irwan Suandi yang hadir dan turut serta dalam rombongan tersebut, menegaskan bahwa selama pengobatan penyakit Kusta yang diderita masyarakat di Meranti tidak dipungut biaya atau gratis.
“Penanggulangan kusta adalah program, jadi tidak dipungut biaya. Kami juga meminta kepada masyarakat, dapat melaporkan kepada masyarakat lainnya, ataupun ke pihak RT, RW dan Kades, serta bidan Desa atau petugas kesehatan jika terdapat anggota Keluarganya menderita suatu penyakit, agar dapat dilakukan pendataan. Sehingga mempermudah kita mengambil tindakan segera,”terangnya.
“Kepada Dinas Kesehatan, sampai perangkat sarana kesehatan tingkat Desa, diharapkan dapat bekerja sama dalam mensosilisasikan mengenai penyakit Kusta ini, karena masyarakat yang ada di Meranti pada umumnya tidak mengetahui secara mendetail terhadap penyakit yang dianggap penyakit kutukan tersebut. Bagaimanapun mulai dari Dinas, Puskesmas, Bidan Desa, RT,RW, Kepala Desa dan elemen masyarakat lainnya memahami hal itu sehingga dapat saling bersinergi mensosialisasikannya,”terangnya.
Di Dinas Kesehatan beserta seluruh jajarannya juga diminta dapat menginventarisir seluruh penyakit dan persoalan kesehatan yang ada diseluruh Desa dan daerah yang ada di Meranti. Supaya nantinya bisa langsung diambil langkah jika terdapat persoalan-persoalan di masyarakat.
“Jangan sampai di Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, yang telah memakan korban akibat penyakit diare yang menyerang anak-anak disana secara massal. Tentunya kita tidak ingin lagi terjadi seperti hal itu lagi,”harap mantan Camat Tebing Tinggi itu.
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, dr Irwan Suandi yang hadir dan turut serta dalam rombongan tersebut, menegaskan bahwa selama pengobatan penyakit Kusta yang diderita masyarakat di Meranti tidak dipungut biaya atau gratis.
“Penanggulangan kusta adalah program, jadi tidak dipungut biaya. Kami juga meminta kepada masyarakat, dapat melaporkan kepada masyarakat lainnya, ataupun ke pihak RT, RW dan Kades, serta bidan Desa atau petugas kesehatan jika terdapat anggota Keluarganya menderita suatu penyakit, agar dapat dilakukan pendataan. Sehingga mempermudah kita mengambil tindakan segera,”terangnya.

