Kendati diduga kuat bunuh diri, namun ketika polisi, keluarga dan warga hendak melepaskan Ima dari jeratan selendangnya kedua kaki Ima menjejak ke lantai. Lidahnya pun tak tampak menjulur seperti lazimnya orang mati bunuh diri.Di lokasi kejadian, ekspresi wajah Ima begitu datar. Bahkan warga yang menyaksikan banyak yang kaget, dan tak yakin kalau itu Ima.
Untuk memastikan apa penyebab kematian Ima, malam itu juga jenazahnya dibawa pihak kepolisian ke RSUD Duri untuk divisum. Polisi turut membawa sejumlah barang bukti diantaranya botol berisi Baygon yang diduga telah diminum Ima, dari dalam kamar, berikut sejumlah petunjuk lainnya. Bahkan sebelum itu penyidik polisi juga telah mengambil keterangan anak-anak dari keluarga besar H AH Rangkuti, seperti Rizal, Firman, dan Bahrum Rangkuti.
Menurut keterangan dari anak-anak H. AH Rangkuti, selain masih kuliah di STAI Hubbul Wathan, Ima juga bekerja di bagian UPK (Unit Pengelola Kegiatan) PNPM di Kantor Camat Mandau. Kalau berangkat ke kampus, Ima pergi dengan sepedamotor. Yang menjadi tanda tanya, dan keanehan, di dalam kamar Ima tepatnya di kaca lemari ditemukan sebuah kalimat seperti pesan terakhir sebelum dia meninggal. Kalimat itu berbunyi " Jaga baik baik Ima akan selalu dihatimu". Tulisan ini dibuat dengan jari tangan. Belum diketahui apakah itu tulisan Ima atau bukan.

